Asean Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) merupakan awal baru dalam perdagangan internasional negara – negara Asean

Spread the love

Setelah Asean Free Trade Area benar – benar terlaksana pada 1 Januari 2003,  konsumen – konsumen di negara-negara Asean dapat mengkonsumsi produk-produk asean dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan produk impor lainnya. Dengan AANZFTA, maka konsumen negara -negara ASEAN akan semakin merasakan manfaatnya, karena beberapa produk dari Australia seperti susu, barang elektronik dan lainnya dapat dikonsumsi dengan harga yang relatif murah karena pemberlakukan 0 tarif.

Apakah kondisi ini akan menjadi suatu hal yang menakutkan bagi industri di tanah air?.  Tentu tidak karena justru dengan perjanjian perdagangan ini, maka industri Indonesia diuntungkan karena memiliki peluang ekspor yang besar ke Australia. Adanya ketakutan Apindo ataupun pengusaha peternakan bahwa mereka belum siap untuk menghadapi AANZFTA memang merupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah tapi bukan suatu halangan untuk menghindarkan diri dari perjanjian ini. Adanya kekhawatiran tentang ketidaksiapan industri dalam menghadapi pasar bebas, bukan baru kali ini terjadi. Pada awal penerapan AFTApun, para pengusaha tidak dapat menerima kebijakan pemerintah tersebut.  Akan tetapi seiringnya waktu, dunia usaha Indonesia dapat mengatasi hal ini.

Untuk itu adanya kekhawatiran sebagain dunia usaha bahwa mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dalam AANZFTA merupakan suatu hal yang berlebihan. Ketakutan yang terjadi disebabkan karena adanya ketidak mampuan dunia industri dalam menghadapi persaingan internasional (infant industri). Infant industri ini, meskipun ditunggupun tidak akan pernah siap untuk menghadapi persaingan internasional karena tidak memiliki keinginan untuk mengubah daya saingnya.

Dengan AANZFTA justru merupakan moment yang tepat bagi Industri Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, efesiensi dan efektivitas produksi sehingga mampu mencapai competitive advantage. Hanya industri yang memiliki competitive advantagelah yang mampu bertahan dalam persaingan internasional. Dimasa globalisasi ini, seluruh struktur industri dituntut untuk berpikir global, dimana mereka harus menyadari bahwa mereka hidup di dunia dengan berbagai macam manusia, budaya dan kebutuhan yang harus dijadikan peluang untuk meningkatkan usahanya. Perdagangan global tidak dapat dihindari karena ia bagaikan air bah yang dapat menghanyutkan industri kita, untuk itulah industri harus mampu mencapai competitive advantage untuk menghadapi air bah tersebut, yaitu dengan menghasilkan barang yang sama kepada konsumen tapi dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya ataupun memberikan mutu yang lebih baik kepada konsumen pada harga produk yang sama dengan pesaingnnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *