NOVEL DHEOS

Spread the love

Saya menyukai semua novel karya Anjell. Namun dari sekian hasil karyanya, DHEO”S benar benar memikat hati.  Dari bab ke bab selalu menarik untuk membaca bab berikutnya untuk mengetahui apa yang terjadi next. Begitu banyak rahasia, yang tidak dapat diterka sampai akhir novel ini. Nurissa yang lemah lembut, mengalami koma selama stahun dan kehilangan masa lalunya. Setelah 3 tahun sadar dari koma, dia harus kehilangan ayah dan segala harta bendanya. Yatim piatu, dan jatuh miskin, menyebabkan dia harus bertemu dengan Dheo. Dia mengenal Dheo senagai seorang mafia.  Yang menjadi tanda tanya baginya apakah dia mengenal Dheo di masa lalunya, karena perbedaan antara mereka berdua sungguh besar.

Hanya satu hal yang membuatku ingin tahu apa apa yang dirasakan oleh teman teman sekerja Nurissa setelah semuanya terungkap.

Satu hal yang ingin saya usulkan kepada Anjell bahwa, ada beberapa part dalam novel ini mengisahkan kejadian tempo dulu yang bisa dijudulkan novel juga.  Karena penasaran gimana sich watak Nurissa sebelum koma

Berikut adalah synopsis  dari novel Dheos

Setelah  setahun dia mengalami koma, dia tersadar dalam pandangan kosong tanpa mengingat apapun. Hanya ada seorang lelaki tua yang memperkenalkan diri sebagai ayahnya, dan memanggil namanya dengan Nurissa, dengan nama penuh Nurissa Rose Binti Noriman. Nurissa masuk hospital gara gara kemalangan jalan raya. Dia coba mengingat – ingat tetapi dia satupun memori yang tertinggal. Sehari setelah sadar, Nurissa mendapat sekuntum  mawar putih dengan kad beruliskan” Rest well. Till we meet again, Rose. Encik Duri”. Dia mencoba mengingat ingat siapa Encik Duri tetapi kembali, hanya memori kosong. Setelah tersadar dari koma, di malam malam sepinya sering tersadar karena mimpinya mimpi yang sama, yaitu seorang lelaki yang memanggilnya “mia bella”.

3 tahun berlalu, Nurissa menjalani kehidupan normal, yaitu belajar di University Malaya dan menghabiskan waktu  di I’s Café. Café yang dihadiahkan ayahnya pada ibunya sebagai tanda cinta. Nurissa tidak mengingat apapun tentang ibunya, café yang ditinggal ibunyalah yang menjadi penghibur saat rindu pada ibunya. Dalam masa 3 tahun ini, tidak banyak kawan yang dia punya, hanya seorang laki – laki se-uni, yaitu Fahim. Mana mana laki – laki tidak diijinkan berteman dengan Nurissa, hanya Fahim yang boleh diijinkan berkawan dengannya oleh Encik Noriman. Ayahnya berulang kali juga mengatakan akan menikahkan Nurissa dengan anak angkatnya yang bernama Fateh. Namun selama 3 tahun tersadar dari koma, Nurissa belum sekalipun bertemu dengan Fateh.

Kehidupannya yang nyaman berubah menjadi penderitaan, saat ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya, dia menemukan bahwa semua kekayaan ayahnya telah dijual pada Dheo. Ya, semua harta peninggalan ayahnya, syaraikat, rumah, kereta termasuk I’scafe. Semua terjadi dengan cepat, dia bukan saja menjadi yatim piatu, tetapi juga kehilangan semua hartanya. Nurissa mencoba bertanya pada orang orang yang dikenalinya namun tidak banyak informasi yang diberikan. Satunya satunya orang yang dapat menjawab pertanyaannya adalah Dheo Han, seorang lelaki dingin dengan aura yang penuh misteri, yang memiliki hubungan dengan mafia.

Part yang paling aku suka dari novel ini, adalah pertemuan Pertama Nurissa dan Dheo   

.  “ Cik…. Cik tak boleh masuk!” Halang perempuaan itu. “Saya nak jumpa Encik Dheo Han kejap aje. Lepas tu saya keluar” Aku berdegil. Tanganku  ditarik menjauhi pintu. Selepas terlerai, Saya  menyelusup masuk ke dalam bilik pejabat Dheo Han.

Bagaikan dipaku. Hanya mata yang terkerdip –kerdip memandangnya. Beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang lelaki kacak yang sedang duduk tegak di atas kerusi empuknya. Sedang khusyuk dengan computer ribanya. Sehinggalah kemunculanku dan perempuan tadi mencuri tumpuannya. Lantas dia angkat muka. Nafas hamper tersekat saat mata kami bersabung. Anak matanya hitam pekat. Bagaikan penuh misteri terlindung. Wajahnya dingin. Tidak beremosi. Rasa lembik terus sendi lutut saat mata itu menikam anak mataku . Cold but beautiful Terasa bagaikan magnet.  Aku tertarik dengannya. Bagaikan pernah dilihat sebelumnya ini. “Do I know you” itu soalan pertama yang terpacul di bibirku. Serius aku tak sedar. Sunyi. Persoalanku tak berjawab. Di balik meja kayu mahogani mewah milik lelaki bernama Dheo Han itu, ditiliknya aku dari atas sampai bawah. Jantung tiba tiba berubah kencang “Do I know you?” penuh maskulin dan berkarisma tapi terselit amaran tersiratnya.

“I’m… I’m sorry Mr Han. It’s my mistake. I’m going to drag her out. Tergagap gagap perempuan itu berkata. Namun, cukup Dheo Han mengangkat sebelah tangannya, terdiam terus perempuan itu daripada terus merapu. “Leave us” arah Dheo kepada perempuan itu. Tapi matanya seincipun tak beralih dari wajahku. Bagai nak ditelannya aku hidup hidup.  Tiba tiba dia berdiri. Automatik kakiku mengundur selangkah. Mod berjaga jaga. Dengan penuh gaya, dia melangkah ke arahku, hanya bunyi tapak kasut berkilatnya merapatiku kedengaran.”Are you just going to rudely stare at me, young lady?”. Aku rasa dah beberapa minit berlalu, asyik suaranya yang kedengaran. “Sorry” aku berdehem. “Saya Nurissa.Nurissa Rose Binti Noriman. Saya anak kepada arwah  Noriman”. Aku perkenalkan diri. Muka dia masih sama. Tidak bereaksi. Beku. Aku pandang muka dia. Bau perasaan sesuatu. Apa dia tak faham bahasa Melayu?. “I’m sorry do you understand Malay?”, soalku. “Mestilah faham. I am Malaysian. So, ada apa –apa yang saya boleh tolong?”. “ Saya nak tau tahu. Kenapa awak beli semua harta ayah saya? Apa hubungan awak dengan ayah saya? Macam mana ayah saya setuju untuk bagi semuanya pada awak?”. “Well… hobi saya mengumpul hartaWhen I get a chance. I’ll grab it. Saya tolong dia langsaikan hutang tu, provided he had to give all of his properties to me. That was the deal. He didn’t agree but he had to. No choice”, jelasnya..”Awak paksa ayah saya jual semua tu? Awak ugut dia. Awak ambil kesempatan dengan keadaan yang terdesak masa tu”. Mecerun mataku memandangya. Menuduh.”Nope. Dia tahu apa yang dia buat. Dia tahu cepat atau lambat benda ini akan jadi. Because he kept something precious of mine for too long and it”s time for me to take it back” katanya sambil mata tepat merenung ke arahku. “Something yours? Apa dia?” soalku ingin tahu. Tapi dia Cuma diam.” You got what are you looking for so I want I’s café back”. Kedengaran agak biadab permintaanku. “Sorry” dia minta aku ulang balik. “Saya nak balik I’s café”, ulangku. Dia ketawa “are you kidding me?”.

I’s café itu bagaikan nyawa saya. Saya saying sangat café tu, Saya nak ucapka terima kasih sebab selamatkan café itu dari dilelong bank. Tapi, saya nak balik kafe tu”, jelasku. Berharap dia mengerti. “Saya beli kafe tu bukan seringgit dua, tahu? Do you think I’m going to give it to stranger?, Ridiculous,”. “ Saya nak beli”. “Pake apa?arwah ayah awak dah diistiharkan mflis. Do you have any penny?”. Diam Kata katanya buatkan aku kembali teringat pada arwah ayah. “Half million. That was the price,” sambungnya lagi.Ternganga aku mendengar nilai yang disebutnya. Hilang terus impianku untuk memiliki I’s café balik. “ Boleh awak bagi tahu saya, apa yang awak akan lakukan pada kafe tu? Tanyaku perit.

Well …. I tak decide lagi”,   “ Tolong jangan robohkan kafe tu

Why?’     “Saya saying kafe tu”

“ What it got to do with you? It’s mine.”

Awak boleh lakukan aa saja dengan kafe tu, tapi tolong jangan robohkan kafe tu. Saya sanggup lakukan apa sahaja untuk awak tak robohkan  kafe tu. Saya dah hilang ibu dan ayah. Saya dah tak ada sesiapa lagi. Saya Cuma ada kafe tu sahaja,” kataku. Cuba menahan air mata.

“Okay …. I can promise you that. Saya takkan robohkan kafe tu.Tapi bersyarat”.

Sejak itu Nurissa pun harus bekerja paruh time di hotel La Prince milik Dheo Han. Masa setelah itu kejadian demi kejadian mencekam yang terjadi membuka tabir siapa Dheo Han, yang selalu memanggilnya dengan nama Rose. Seiring dengan itu kesadarannya kembali . Disini dia kemudian menyadari siapa Fahim, sahabat uninya, siapa orang – orang di I;s café dan siapa Luca. Orang yang pernah ditemuinya sebelum dia bertemu dengan Dheo Han. Dan tentu saja diapun akhirnya bertemu dengan Fateh, lelaki yang dijodohkan ayahnya pada Nurissa.

Pokoknya bagi saya, this is the best novel that I ever read

Cover Dheo's

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *